MAIN MENU

Kobar Miliki Banyak Peninggalan Heritage, Baru 3 Yang Bersetifikat BCB

  • Kobar Miliki Banyak Peninggalan Heritage, Baru 3 Yang Bersetifikat BCB
  • Kobar Miliki Banyak Peninggalan Heritage, Baru 3 Yang Bersetifikat BCB
  • Kobar Miliki Banyak Peninggalan Heritage, Baru 3 Yang Bersetifikat BCB

Kobar Miliki Banyak Peninggalan Heritage, Baru 3 Yang Bersetifikat BCB

Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki banyak bangunan cagar budaya. Namun baru 3 di antaranya yang telah memiliki bersertifikat BCB. Di antaranya adalah Astana Mangkubumi, Istana Alnoor Sari, dan Masjid Kiai Gede. Sementara bangunan lain seperti rumah asli suku dayak yang telah berusia ratusan tahun, batu petahan, tiang pantar di Desa Pandau, sumur bersejarah di Tanjung Penghujan dan lain sebagainya belum mengantongi sertifikasi BCB. 
Beberapa bangunan yang harusnya menjadi bangunan cagar budaya, bahkan telah direnovasi oleh warga karena mereka tidak tahu jika itu cagar budaya. Hal ini seperti yang terjadi di Desa Tanjung Penghujan. 
"Di sini ada sumur bersejarah dan dibangun pada tahun 1945. Tapi berada di pekarangan perseorangan. Jadi agak susah untuk merawatnya. Bahkan sekarang malah jadi tempat sampah karena sekilas seperti tempat sampah. Padahal ada tulisannya sumur bersejarah sejak 1945. Ada lagi masjid, harusnya usianya sama, tapi sekarang sudah direnovasi oleh warga. Jadi bangunannya sudah tidak seperti aslinya," tutur salah seorang pejabat kelurahan yang enggan disebutkan namanya. 
Hal senada disampaikan oleh Gusti Samudra selaku pengelola Istana Alnoor sari. Menurut Samudra, dulu sempat ada yang hendak membongkar masjid di depan istana. Padahal itu juga masuk cagar budaya. "Harusnya cagar budaya kan tidak boleh dibongkar. Untuk merenovasi saja ada aturannya, tidak boleh mengubah bentuk aslinya, baik dari desain maupun bahan yang digunakan," paparnya. 
Pihaknya memperkirakan di wilayah Kotawaringin Lama sebenarnya banyak sekali bangunan cagar budaya. Namun tidak semua pihak menaruh perhatian. Menurutnya harusnya ada pendataan bangunan cagar budaya di Kotawaringin Lama ataupun di Kotawaringin Barat. "Jangan sampai menyesal di belakang, misal saat bangunan cagar budaya tersebut rusak, atau bahkan sudah dibeli oleh oranglain," ungkapnya. (**)


Bagikan ini di :

Admin
Dinas Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Barat

0 COMMENTS

LEAVE A REPLY

REKOMENDASI TOPIK